Artikel ini membahas sejarah Pemberontakan DI/TII sebagai gerakan separatis Islam di Indonesia, konteks historisnya, dan upaya penumpasan oleh pemerintah. Termasuk analisis peristiwa terkait seperti Deklarasi Bangkok, Supersemar, dan Peristiwa Malari.
Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan operasi militer penting dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia pasca-Agresi Militer Belanda II, yang menunjukkan ketangguhan strategi perjuangan bangsa.
Deklarasi Bangkok 1967 menandai kelahiran ASEAN sebagai organisasi regional yang bertujuan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama ekonomi di Asia Tenggara, dengan dampak yang masih terasa hingga kini.
Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang memperkenalkan Pancasila menjadi fondasi filosofis bangsa Indonesia. Artikel ini mengulas makna kelima sila dalam konteks sejarah dan relevansinya dengan tantangan kontemporer.
Artikel ini mengulas sejarah perumusan Pancasila oleh Soekarno, makna mendalam kelima sila, dan konteks historis Indonesia dari masa penjajahan hingga reformasi.
Mengungkap misteri dan dampak Surat Perintah 11 Maret 1966 yang mengubah arah politik Indonesia dari era Soekarno menuju Orde Baru.
Deklarasi Bangkok tahun 1967 menjadi tonggak penting dalam sejarah Asia Tenggara yang membentuk ASEAN dan berdampak signifikan terhadap politik luar negeri Indonesia pasca-Supersemar
Masa pendudukan Jepang di Indonesia selama 3.5 tahun meninggalkan dampak mendalam pada perjalanan bangsa menuju kemerdekaan, meski singkat namun sangat menentukan.
Deklarasi Bangkok tahun 1967 menjadi tonggak penting dalam hubungan internasional Indonesia pasca-Supersemar, membawa dampak signifikan terhadap stabilitas politik dan ekonomi nasional.
Peristiwa Malari 1974 merupakan kerusuhan besar yang melanda Jakarta sebagai bentuk protes terhadap dominasi ekonomi Jepang dan kebijakan pemerintah Orde Baru yang dianggap merugikan rakyat kecil.